Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts

Terbaru

Tampilkan postingan dengan label Solar Charge Controller. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Solar Charge Controller. Tampilkan semua postingan

Phocos Controller 20 Ampere 12/24V Otomatis

Battery State-of-Charge display with 3 LEDs
• Acoustic load disconnect pre-warning
• PWM-regulation (series type)
• Boost, Equalize and Float charging, also for VRLA
• Automatic 12/24 V detection

Type    

CML 20
System voltage     12/24 V auto recognition
Max. charge/load current    

20 A
Float charge     13.7/27.4 V (25 °C)
Boost charge     14.4 /28.8 V (25 °C), 2 Std.
activation: battery voltage <12.3/24.6 V
Equalization     14.8/29.6 V (25 °C), 2 Std.
activation: battery voltage <12.1/24.2 V
Deep discharge protection:
State of charge dependent
Voltage dependent
Reconnect level    
11.4 – 11.9 V / 22.8 – 23.8 V
11.0/22.0 V
12.8/25.6 V
Overvoltage protection     15.5/31.0 V
Undervoltage protection     10.5/21.0 V
Max. panel voltage
(Overvoltage protection by varistor)     30 V in 12 V system
50 V in 24 V system
Temperature compensation
(Charge voltage)     −25 mV/K at 12V
−50 mV/K at 24V
Max. self consumption     < 4 mA
Grounding     positive grounding possible
Ambient temperature     −40 to +50 °C
Max. height     4,000 m above sea level
Battery type     lead acid (GEL, AGM, flooded)
Wire cross section     < 16 mm2
Weight     160 g
Dimensions (W xH x D)     80 x 100 x 32 mm
Type of protection     IP22

 http://www.abieshop.com/2014/06/solar-charge-controller-20-ampere.html

Leia Mais >>

Tips Memilih dan Membeli Charge Controller

Tips Membeli Solar Charge Controller
Untuk membeli solar charge controller yang harus diperhatikan adalah
a).Tegangan 12/24 Volt DC,
b).Kemampuan menghantarkan arus (dalam arus searah) dari solar charge controller. Misalnya 5 Ampere, 10 Ampere, dsb dan
c).Full charge (pengisian baterai sampai baterai benar-benar penuh) dan low voltage cut (penghentian pensuplaian listrik ke beban karena baterai berada pada tegangan terendah).
Seperti yang telah disebutkan diatas solar charge controller yang baik biasanya mempunyai kemampuan mendeteksi kapasitas baterai. Bila baterai sudah penuh terisi maka secara otomatis pengisian arus dari panel surya berhenti. Cara deteksi adalah melalui monitor level tegangan tertentu, kemudian apabila level tegangan turun maka baterai akan diisi kembali.
Solar Charge Controller biasanya terdiri dari : 1 input (2 terminal) yang terhubung dengan output panel sel surya, 1 output (2 terminal) yang terhubung dengan baterai/aki dan 1 output (2 terminal yang terhubung dengan beban). Arus listrik DC yang berasal dari baterai tidak mungkin masuk ke panel sel surya karena biasanya ada ‘diode protection’ yang hanya dilewati arus listrik DC dari panel sel surya ke baterai, bukan sebaliknya

Leia Mais >>

4 Jenis Solar Charge Controller Regulator

Solar Charge Controller Regulator
Ada 4 jenis PV controller:
1. Shunt
2. Single Stage
3. Diversion
4. Pulse width Modulation (PWM)

Shunt PV Controller
Shunt PV controller diciptakan untuk sistem yang sangat kecil. Mereka menghindari pengisian ulang yang berlebihan dengan shunting atau sirkuit/lingkaran pendek solar cells saat baterai sudah terisi penuh. Shunt controller mengawasi tegangan baterai dan mengalihkan arus dari solar cells melalui power transistor saat nilai pre-set tegangan tercapai. Transistor bertindak sebagai resistant dan mengubah  arus dari solar cells menjadi panas. Shunt controller memiliki heat sinks untuk membantu menghilangkan produksi panas.

Shunt controller juga memiliki blocking diode untuk menghindari arus dari arus balik dari baterai ke solar cells pada malam hari.

Shunt controller adalah desain yang sederhana dan tidah mahal.  Kelemahannya adalah keterbatasan dalam kapasitas muatan dan persyaratan ventilasi.
Single Stage Controller
Single stage controller menghindari pengisian baterai secara berlebihan dengan mematikan sakelar dari solar cells ketika tegangan baterai mencapai nilai yang telah ditentukan. Di luar dari nilai tersebut, arus dari solar cells akan mengisi baterai.

Single stage controller menggunakan relay atau transistor untuk memutuskan aliran arus pada saat pengisian baterai dan menghindari arus balik pada malam hari, dari baterai ke solar cells. Single stage controller ini kecil dan tidak mahal, dan mempunyai kapasitas muatan yang lebih besar dari tipe shunt. controller.
Diversion Controller
Controller ini otomatis mengatur arus yang mengalir ke baterai dengan memonitor  tegangan baterai yang sedang diisi,  arus yang berlebih dialihkan ke resistor load. Arus dari solar cells dapat mengalir ketika tegangan baterai rendah. Saat baterai mendekati penuh, controller mengalihkan sebagaian arus ke muatan resistors.
Controller Pulse Width Modulation PWM
pwm pv controllerPWM controller adalah pengontrol yang saat ini tersedia di pasaran. seperti namanya menggunakan 'lebar' pulse dari on dan off elektrikal, sehingga menciptakan seakan-akan sine wave electrical form. Lamanya arus pulse yang sedang diisi ulang secara perlahan-lahan berkurang sebagaimana tegangan baterai meningkat, mengurangi rata-rata arus ke dalam baterai.
Maximum Power Point Tracker Controller
MPPT adalah jenis PV controller yang bagus, dengan karakteristik mendapatkan nilai maksimun daya (maximun power point) yang dihasilkan oleh solar cells untuk mencharge baterai.

Pada PV controller, tegangan solar cells panel disesuaikan lebih tinggi sedikit dengan tegangan baterai yang sedang dicharge. Sebagai contoh, untuk baterai 12 Volt, maksimu tegangan peak power point solar cells panel adalah sekitar 17-18V. Tanpa MPPT, solar cells panel akan beroperasi di sekitar tegangan baterai. Hasil ini kerugian dari power tenaga yang berasal dari array. 

Keuntungan yang sesungguhnya dari MPPT bergantung pada suhu  solar cells panel saat beroperasi dan level tegangan baterai. Saat solar cells panel beroperasi pada kondisi dingin, akan dihasilkan tegangan lebih tinggi. Saat tegangan solar cells panel tinggi, ada perbedaan yang sangat besar antara solar cells panel dan tegangan baterai dan itu lebih potensial tenaga yang diperoleh dari MPPT.
Kelebihan MPPT dalam ilustrasi ini: Solar cells panel ukuran 120 Watt, memiliki karakteristik Maximun Power Voltage 17.1 Volt, dan Maximun Power Current 7.02 Ampere. Dengan PV controller selain MPPT dan tegangan baterai 12.4 Volt, berarti daya yang dihasilkan adalah 12.4 Volt x 7.02 Ampere = 87.05 Watt. Dengan MPPT, maka Ampere yang bisa diberikan adalah sekitar 120W : 12.4 V = 9.68 Ampere.

Voltage Step Down Controller
MPPT jenis voltage step down controller memperbolehkan tegangan tinggi array terhubung dengan tegangan baterai bank. Sebagai contoh, solar cells 48V terhubung dengan 12V baterai.
1.000 Watt solar cells panel 48 Volt, 20.83A - charge controller - 1.000 Watt 12 Volt tegangan baterai dan menghasilkan 83.33 A.

Tegangan tinggi dengan arus kecil memiliki keunggulan dalam hal penggunaan diameter kabel yang lebih kecil dari solar cells ke PV controller.

Leia Mais >>

  ©Inverter Lia - Todos os direitos reservados.

Template Modifikasi Papih DuL | Topo